Berita Kediri: Minta Sidang Pleno LPj Diulang

Berita Kediri: Minta Sidang Pleno LPj DiulangSidang pleno laporan pertanggungjawaban (LPj) PBNU periode 2010-2015 yang digelar Senin (3/8) malam di area muktamar ke – 33 NU di alun-alun Jombang menuai ketidakpuasan Berita Kediri sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Mereka meminta agar PBNU mengulang sidang pleno LPJ. Pemicunya, mereka mengaku tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan umum terhadap LPj saat sidang pleno berlangsung. “Kami tidak diberikan hak untuk melakukan koreksi atau pandangan umum terhadap LPj oleh ketua PBNU. Dari zaman Berita Kediri dulu setiap ada LPj selalu ada pandangan umum untuk menyampaikan kritik. Setelah itu ditawarkan kepada para muktamirin apakah LPj selama 5 tahun diterima atau tidak. Itu harus ada,” tegas Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, Fadlolan Musyaffa, saat menggelar jumpa pers di media center Muktamar Ke – 33 NU, Selasa (4/8).

Fadlolan menjelaskan saat sidang pleno LPJ PBNU periode 2010-2015 berlangsung, usai Ketum PBNU, Said Aqil Siradj yang menyampaikan LPj, pimpinan sidang tidak Berita Kediri memberikan kesempatan kepada para muktamirin untuk menyampaikan pandangan umumnya. Meski lebih dari separuh peserta yang mengacungkan tangan ingin menyampaikan kritik atas LPJ PBNU, pimpinan sidang buru-buru mengetok palu tanda sidang pleno selesai dan LPj diterima peserta. “Tidak ada pandangan umum, kami tidak Berita Kediri diberi kesempatan. Seakan-akan para muktamirin seluruhnya menerima dan langsung diselesaikan. Ini satu hal kecurangan dan juga tidak sesuai etika para pelaku sebagai pengurus besar NU,”jelas Fadlolan dengan nada kesal.

Hal sama dikatakan Sekretaris PWNU Papua Barat, Syahruddin Makky. Menurut Syahruddin, PBNU Berita Kediri periode 2010-2015 dibawah kepemimpinan Said Aqil Siradj sengaja tidak memberikan kesempatan bagi PW dan PCNU untuk menyampaikan kritik atas LPJ PBNU. Padahal terdapat sejumlah persoalan yang akan dikritik oleh para muktamirin. Salah satunya terkait masih tidak jelasnya aset-aset PBNU. “Kami menyatakan dari 27 provinsi meminta PBNU untuk melakukan sidang pleno kembali. Soal Berita Kediri molor tidak masalah karena kami ingin mengukur kinerja PBNU dan bagaimana menjadi acuan pengurus yang akan datang,” sebutnya. Terkait permohonan itu, lanjut Syahruddin, sejumlah PWNU perwakilan yang belum bisa menerima LPj PBNU, berencana Berita Kediri menemui Rois Aam, Mustofa Bisri. “Kami sudah mengutus 11 PWNU untuk bertemu dengan Rois Aam agar ini diplenokan kembali. Jangan bikin kisruh lagi, belum tentu kita tidak menerima, harusnya ada pandangan umum sebelum diketok palu,” pungkas Syahruddin.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *