Mitos Akan Masjid di Denpasar Bali

Mitos Akan Masjid di Denpasar Bali

Mitos Akan Masjid di Denpasar Bali

Rasa ingin tahu dimiliki oleh makhluk hidup, yang merupakan suatu ciri khas dari manusia. Biasanya manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda disekitar seperti bulan, matahari, dan bumi bahkan ada juga rasa ingin tahu pada diri sendiri. Namun manusia memiliki kelebihan yaitu adanya kemampuan berfikir di masjid. Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang terus berkembang dengan pertolongan akal budinya untuk menemukan berbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan. Sedangkan hewan dan tumbuhan dengan insting untuk tumbuh, berkembang sesuai dengan keingin tahu pada lingkungannya masjid. Manusia juga mampu mengkombinasikan pengetahuan yang baru dan lamanya menjadi suatu akumulasi pengetahuan yang lebih bagus. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam pikirannya. Kadang kegiatan yang dilakukan manusia kurang serasi dengan tujuannya sehingga memunculkan rasa putus asa atau justru dapat membangkitkan semangat yang lebih menyala-nyala untuk memecahkan persoalan.

Mitos adalah pengetahuan baru yang merupakan kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan. Mitos timbul disebabkan antara lain oleh keterbatasan alat indra manusia di masjid. Alat penglihatan yaitu mata mata tidak dapat menangkap benda yang bergerak telalu cepat dan terlalu kecil. Alat pendengaran yaitu telinga: manusia dapat mendengar suara antara frekuensi 30 samapai 30000 per detik. Alat pencium dan pengecap: manusia tidak  hanya dapat membedakan bau saja tetapi juga dapat  membedakan 4 jenis rasa yaitu rasa manis, asam, asin dan pahit. Manusia dapat membedakan panas atau dingin yang relative. Alat indra perlu dilatih agar indra yang kita punya tajam dan tidak terjadi salah informasi, salah tafsir atau salah pemikiran. Namun, indra kita tetap memiliki batas dalam menangkap informasi dari luar. Ini merupakan perkembangan dari mitos masjid yang pernah diterima oleh masyarakat pada masa lalu. Tiap individu manusia mempunyai kegiatan untuk mencari pemecahan masalahnya masing-masing. Diantaranya dapat berupa: Penyelidikan langsung, Penggalian hasil-hasil penyelidikan yang sudah pernah diperoleh orang lain, ataupun Kerjasama dengan penyelidik-penyelidik lain yang juga sedang memecahkan soal yang sama atau yang sejenis.

Maka setiap orang mempunyai rasa ingin tahu meskipun kekuatannya atau intensitasnya tidak semua sama, sedangkan bidang minatnyapun berbeda-beda. Namun rasa ingin tahu juga dapat diperkuat atau diperlemah oleh lingkungan sekitar. Jadi secara garis besar, manusia merupakan  makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila dibanding dengan hewan atau makhluk lainnya. Perkembangan alam pikiran manusia sejak zaman purba hingga dewasa ini terus berkembang. Perkembangan itu akan berlangsung terus sampai sekarang dan yang akan datang. Perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya. Sebenarnya perkembangan alam pikiran seorang anak juga sangat pesat. Namun rasa ingin tahu ini tergantung oleh orang-orang disekelilingnya.

Perkembangan alam pikiran manusia dapat disebabkan oleh rangsangan dari luar, tanpa dorongan dari dalam yang berupa rasa ingin tahu. Maka alam pikiran manusia masjid dapat berkembang terutama karena ada dorongan dari dalam yaitu rasa ingin tahu.

Taman Pendidikan Al-Qur’an di Samping Masjid Serang Banten

Taman Pendidikan Al-Qur’an di Samping Masjid Serang Banten

Taman Pendidikan Al-Qur’an di Samping Masjid Serang Banten

Pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar peserta didik baik dalam bentuk pendidikan formal dan nonformal. Yaitu sebuah ikhtiar manusia untuk membantu dan mengarahkan fitrah manusia supaya berkembang sampai pada taraf insan rabbani. Pendidikan merupakan salah satu element penting bagi tersebarnya ajaran Islam itu sendiri. Sejarah mencatat bahwa perkembangan Islam di masjid Indonesia tidak terlepas dari peran masjid yang dijadikan sebagai pusat pendidikan, hal inilah yang tampaknya masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat. DR. Zakiah Daradjat dalam bukunya Kesehatan Mental mengemukakan tentang pentingnya fungsi pendidikan Islam baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Beliau menyatakan bahwa masjid pendidikan agama Islam mempunyai fungsi yang sangat penting untuk pembinaan dan penyempurnaan kepribadian dan mental anak, karena pendidikan agama Islam mempunyai dua aspek terpenting, yaitu aspek pertama yang ditunjukkan kepada jiwa atau pembentukan kepribadian anak dan kedua, yang ditunjukkan kepada pikiran yakni pengajaran agama Islam itu sendiri.

Pendidikan keagamaan yang berpusat di masjid sudah mulai berbenah diri dengan merapikan sistem managemennya, sehingga sering dijumpai masjid Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ), yang merupakan metamorfosis pendidikan keagamaan dimasa lalu. Seiring perkembangan zaman, Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) menjadi salah satu lembaga yang berpontensi bagi perkembangan Islam. Akan tetapi masih banyak kita jumpai TPQ-TPQ yang masih belum bisa berjalan dengan baik, banyak masalah-masalah yang muncul, mulai dari minimnya jumlah tenaga pendidik, rendahnya kualitas tenaga pendidik, serta menegemen Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) yang masih belum tertata, hal ini berdampak pada rendahnya kualitas peserta didik (santri). Pembahasan ini kami angkat, karena kami melihat kondisi dan suasana Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) yang ada di Dusun Lestari, Desa Wonorejo, dimana keberadaan Taman Pendidikan Alqur’an(TPQ) meupakan ujung tombak bagi perkembangan kebudayaan serta perkembangan hazanah keilmuan (pendidikan) Islam di Dusun Wonorejo.

Kegiatan jami’iyyah yang berjalan dengan baik di antaranya adalah kegiatan Tahlilan dan Yasinan yang dilaksanakan setiap hari kamis malam bagi bapak-bapak, jami’iyyah Muslimat yang dilaksanakan pada hari minggu, Diba’an bagi remaja putri dan ibu-ibu yang dilaksanakan pada hari Sabtu ke masjid. Dan dalam hal ini, peserta KKN putra juga ikut serta dalam kegiatan yasinan dan tahlilan rutin yang terbagi dalam yasinan rutin Dusun dan yasinan rutin RT. Dan setiap satu bulan sekali diadakannya manaqiban dan istighosah. Sedangkan, peserta KKN putri juga ikut serta dalam kegiatan yasinan dan diba’an rutinan Dusun dan RT yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Selain itu, setiap satu bulan sekali juga diadakan khataman, manaqiban, istighosah dan muslimatan. Akan tetapi setelah kami melakukan observasi, baik melalui wawancara kepada masyarakat ataupun pihak pengelola Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) mereka tampaknya sepakat kalau keberadaan TPQ-TPQ tersebut memiliki permasalahan yang serius terkait dengan minimnya jumlah tenaga pengajar, rendahnya kualitas santri dan tenaga pengajar, serta masalah managemen dan tatakelola Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ).

Masjid-Masjid Bersejarah Yang Ada di Yogyakarta

Penduduk Yogyakarta mayoritas adalah pemeluk agama Islam. Jadi tidak heran jika banyak ditemui masjid di kawasan ini. Selain itu Yogyakarta juga memiliki sejarah yang panjang mengenai perkembangan Islam di Yogyakarta dan pulau Jawa pada umumnya. Pada abad ke-17, terdapat sebuah kesultanan Islam di tempat ini yaitu Kesultanan Mataram Islam yang kemudian di lanjutkan oleh Kesultanan Yogyakarta. Sebagai kerajaan Islam tentu saja kedua kesultanan tersebut memiliki masjid sebagai sarana ibadah dan juga sebagai simbol dari kerajaan tersebut. Saat ini, beberapa masjid tersebut masih berdiri dan dapat dinikmati oleh para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Selain masjid peninggalan kedua kesultanan tesebut, terdapat pula masjid yang jug memiliki nilai sejarah tinggi. Apa saja masjid-masjid tersebut. Berikut penjelasan dari kami:

1. Masjid Agung Kotagede

Masjid pertama di Jogja dan dianggap yang tertua adalah Masjid Agung Kotagede. Masjid ini dibangun pada era pemerintahan Sultan Agung, sultan terbesar dalam sejarah kerajaan Mataram Islam. Masjid ini memiliki sejarah mendalam mengenai perkembangan agama Islam di Jogja dan juga di Pulau Jawa pada masa itu. Masjid unik karena merupakan perpaduan Islam dan Hindu yang terlihat di Gapura Paduraksa dan tembok L yang merupakan apresiasi sang sultan pada pemeluk agama Hindu dan Buddha yang ikut membantu membangun masjid ini. Selain itu terdapat tugu yang menyerupai candi di masjid ini.

2. Masjid Gedhe Kauman

Masjid selanjutnya adalah Masjid Gedhe Kauman yang merupakan masjid resmi dari Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang kental dengan nuansa budaya Jawa kuno atau klasik. Secara simbolis masjid ini menunjukkan keberadaan sultan sebagai seorang pemimpin pemerintahan sekaligus pemimpin keagamaan di kerajaannya. Dengan arsitektur gaya Jawa klasiknya masjid dengan tiga mustoko ini memiliki serambi, kolam serta gapura depan yang kokoh dan unik. Di depan masjid terdapat bangunan pangonan yang berfungsi sebagai tempat gamelan.

3. Masjid Soko Tunggal

Masjid bersejarah selanjutnya adalah Masjid Soko Tunggal. Masjid yang berada di kawasan Tamansari ini adalah masjid yang juga memiliki keunikan tersendiri karena hanya memiliki satu tiang penyangga. Soko merupakan bahasa Jawa yang berarti tiang sedangkan tunggal artinya satu sehingga Masjid Soko Tunggal dapat diartikan sebagai masjid dengan satu tiang penyangga. Masjid ini sebagian besar mengunakan kayu sehingga tampak unik dan juga tradisional. Banyak wisatawan yang mampir ke masjid ini untuk beristirahat setelah lelah berkeliling kawasan Tamansari.

Demikian penjelasan singkat mengenai masjid-masjid bersejarah yang ada di Jogja. Semoga bisa menjadi tambahan informasi saat tour ke Jogja. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke masjid tersebut namun dalam rombongan yang besar bisa sewa bus wisata di Jogja.

Harga Kubah Masjid Aluminium Di Jakarta

Harga Kubah Masjid Aluminium Di Jakarta

Semakin berkembang nya keinginan untuk membangun masjid juga ikut mendorong permintaan kubah masjid sebagai salah satu bagian penting pembangunan. Saat ini pun sudah ada banyak sekali beragam jenis dan bentuk kubah masjid, dan dengan ketentuan harga kubah masjid yang berbeda pula. Keberagaman tersebut muncul dikarenakan semakin banyaknya inovasi dari kubah modern, khususnya di daerah ibukota Jakarta. Salah satu contoh kubah yang paling dicari saat ini adalah kubah masjid yang terbuat dari bahan aluminium. Di artikel ini kami akan menjelaskan seputar harga kubah masjid aluminium di Jakarta.

Seringkali kubah aluminium disebut kubah kaca patri. Sesuai dengan sebutannya, kubah aluminium terbentuk dari hasil karya seni yang dibuat oleh kreativitas para pengrajin kaca patri. Bahan aluminium digunakan dengan tujuan memberi suasana sejuk dengan adanya pantulan cahaya yang dipancarkan pada siang hari.

Kubah dari bahan aluminium mempunyai banyak keunggulan. Selain karena daya tahan yang tinggi terhadap cuaca bahan alumunium juga lebih praktis dan ringan dalam pemasangan nya. Pergeseran budaya yang awalnya tradisonal dan beralih ke modern ini mendorong terciptanya peluang usaha baru berupa pembuatan kubah masjid dari bahan alumunium. Harga yang dipatok di pasaran juga terbilang bersaing mengingat tampilan kubah terlihat lebih elegan, namun sangat sesuai bagi anda yang sedang membangun masjid dengan style modernisasi.

Namun dalam hal pembuatan pihak kontraktor juga dituntut tetap menjaga nilai – nilai agama yang ditampilkan dalam kubah tetap tetap terjaga sehingga sesuai dengan fungsi utama masjid. Terlalu banyak dekorasi juga dianggap tidak terlalu penting. PT. Anugerah Kubah Indonesia sebagai kontraktor kubah masjid menyediakan kubah dengan bahan aluminium dengan kualitas terbaik. Segera catat nomor kami untuk pemesanan atau sekedar review harga dan bahan kubah masjid : 081333920729.