Jawaban yang Dilontarkan Traveloka Mengenai Fusion Payment

Seperti ditulis Dealstreetasia, Traveloka yang dilengkapi dengan cek resi bagi konsumen adalah satu diantara pihak yang di klaim tertarik beli perusahaan pembayaran digital Fusion Payment seharga US$ 20 juta.

Perusahaan pengelola aplikasi yang sediakan service pemesanan ticket pesawat serta hotel dengan daring itu menolak gosip itu.

Jawaban yang Dilontarkan Traveloka Mengenai Fusion Payment

“Kami tidak dalam tempat untuk beli Fusion Payment, ” kata Busyra Oryza, PR Manager Traveloka

Ia menyatakan, Traveloka telah tawarkan bermacam cara pembayaran seperti transfer, kartu credit, internet banking, bahkan juga pembayaran lewat convenience store.

“Mungkin hal yang paling perlu yang bisa kami berikan yaitu kalau pembayaran adalah elemen perlu dalam sistem pemesanan di Traveloka. Oleh karena itu kami berupaya sediakan bermacam pilihan pembayaran dengan sistem konfirmasi yang cepat hingga senantiasa bisa dihandalkan oleh customer kami, ” lebih Busyra.

Nyaris beberapa besar netizen dewasa di Asia Tenggara menggunakan lebih dari 16 jam tiap-tiap minggunya diluar jam kerja untuk terhubung internet, terlebih e-Commerce. Hal semacam ini tersingkap dari hasil penelitian bertopik ” State of The User Experience ” yang dilaunching Limelight Networks.

Seperti diambil dari Telecom Asia, Selasa (28/3/2017), penelitian itu juga tunjukkan kalau smartphone jadi piranti yang paling banyak dipakai netizen di lokasi itu untuk on-line.

” Nyaris kebanyakan orang yang kami penelitian juga akan mereferensikan merk pada rekannya bila mereka memperoleh kesan positif waktu memakai website situs. Demikian sebaliknya, bila pengalaman yang dirasa jelek, mereka juga akan segera geser ke website situs pesaing, ” tutur Regional Sales Director Limelight, Jaheer Abbas.

Tiap-tiap negara mempunyai ciri-khas sendiri pada kesibukan on-line. Orang Filipina, umpamanya, paling banyak menggunakan saat untuk on-line dibanding negara-negara beda di Asia Tenggara. Lalu disusul Malaysia di tempat ke-2.

Singapura ada di posisi paling akhir berkaitan saat yang diihabiskan untuk on-line. Sesaat, di Thailand malah generasi milenial malah paling sedikit, cuma 34 % yang menggunakan saat sepanjang 16 jam sepanjang satu pekan untuk on-line.

Di Filipina, bentangnya malah cukup jauh antargenerasi milenial serta generasi beda dari beragam jenis usia. Menurut penelitian, generasi milenial cuma 39 % yang seringkali on-line dibanding generasi beda dari beragam jenis usia yang sekitar 56 %.

Diluar itu, penelitian ini tunjukkan kalau sejumlah 43 % customer yang disurvei tidak bebrapa sangsi meninggalkan website situs serta berpindah ke website pesaing bila website pertama sangat lama dibuka.

Paling akhir, sosial media jadi kesibukan on-line yang seringkali dibuka customer, yang dibarengi video. Beberapa besar customer (67%) mengingingkan website situs yang mereka kunjungi terlebih dulu, mengingat mereka serta mereferensikan berdasar pada kunjungan paling akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *