Penelitian Fakultas Kedokteran Hewan Terhadap Fogging Nyamuk

Fogging nyamuk merupakan teknik pengasapan yang menjadi solusi untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Seperti yang kita ketahui bahwa demam berdarah adalah salah satu penyakit yang awalnya ditemukan di Indonesia dan berkembang pesat juga di Indonesia. Penyakit demam berdarah cukup berbahaya karena dapat berakibat fatal. Penyebab terjadinya perkembangan nyamuk demam berdarah adalah disebabkan oleh ulah manusia sendiri yang kotor, tidak menjaga lingkungan serta pemalas. Fogging nyamuk dikala itu hadir sebagai salah satu alternative untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah.

Namun sayangnya fogging nyamuk tidak bertahan lama karena setelah itu munculnya isu bahwa fogging nyamuk tidak lagi efektif. Alasan fogging nyamuk dikatakan tidak efektif karena berdasar pada beberapa alasan. Diantaranya adalah fogging nyamuk yang dilakukan secara terus menerus ternyata membuat nyamuk menjadi kebal, penggunaan bahan kimia dapat merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. Dari alasan tersebut menimpulkan hipotesa bahwa fogging nyamuk tidak efektif dan sebaiknya tidak dilakukan lagi. Jasa fogging bintaro selalu tersedia untuk anda yang berada di wilayah Jakarta selatan.

Maraknya berita tersebut ternyata sempat mempengaruhi beberapa daerah untuk lebih menekankan akan dilakukannya fogging nyamuk. Namun sayangnya belum ada bukti nyata atau penelitian yang menunjukkan bahwa hal tersebut tidak lagi efektif. Sehingga pada tahun 2014, salah satu guru besar fakultas kedokteran hewan institute pertanian bogor melakukan penelitian tentang efektif tidaknya fogging nyamuk. Penelitian tersebut berlangsung di Kota bogor dan berjalan hingga tahun 2015.

Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel 35 kelurahan yang ada di Kota Bogor. Dari penelitian tersebut menunjukan bahwa ada tiga jenis insektisida berbeda yang telah menunjukkan status kekebalan. Tingkat kekebalan menunjukkan angka diatas 50% bahkan hingga menyentuh angkat 86%. 74% nyamuk golongan organofosfat sudah kebal terhadap malathion, 63% nyamuk jenis organokarbamat sudah kebal terhadap bediokart dan 86% golongan piretroid sinetrik sudah kebal terhadap deltametrin. Yang paling mengagetkan adalah 80% fakta nyamuk kebal lebih dari satu golongan insektisida.Dengan adanya penelitian tersebut membuktikan bahwa fogging nyamuk memang sudah tidak efektif lagi untuk digunakan.