Taman Pendidikan Al-Qur’an di Samping Masjid Serang Banten

Taman Pendidikan Al-Qur’an di Samping Masjid Serang Banten

Taman Pendidikan Al-Qur’an di Samping Masjid Serang Banten

Pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar peserta didik baik dalam bentuk pendidikan formal dan nonformal. Yaitu sebuah ikhtiar manusia untuk membantu dan mengarahkan fitrah manusia supaya berkembang sampai pada taraf insan rabbani. Pendidikan merupakan salah satu element penting bagi tersebarnya ajaran Islam itu sendiri. Sejarah mencatat bahwa perkembangan Islam di masjid Indonesia tidak terlepas dari peran masjid yang dijadikan sebagai pusat pendidikan, hal inilah yang tampaknya masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat. DR. Zakiah Daradjat dalam bukunya Kesehatan Mental mengemukakan tentang pentingnya fungsi pendidikan Islam baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Beliau menyatakan bahwa masjid pendidikan agama Islam mempunyai fungsi yang sangat penting untuk pembinaan dan penyempurnaan kepribadian dan mental anak, karena pendidikan agama Islam mempunyai dua aspek terpenting, yaitu aspek pertama yang ditunjukkan kepada jiwa atau pembentukan kepribadian anak dan kedua, yang ditunjukkan kepada pikiran yakni pengajaran agama Islam itu sendiri.

Pendidikan keagamaan yang berpusat di masjid sudah mulai berbenah diri dengan merapikan sistem managemennya, sehingga sering dijumpai masjid Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ), yang merupakan metamorfosis pendidikan keagamaan dimasa lalu. Seiring perkembangan zaman, Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) menjadi salah satu lembaga yang berpontensi bagi perkembangan Islam. Akan tetapi masih banyak kita jumpai TPQ-TPQ yang masih belum bisa berjalan dengan baik, banyak masalah-masalah yang muncul, mulai dari minimnya jumlah tenaga pendidik, rendahnya kualitas tenaga pendidik, serta menegemen Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) yang masih belum tertata, hal ini berdampak pada rendahnya kualitas peserta didik (santri). Pembahasan ini kami angkat, karena kami melihat kondisi dan suasana Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) yang ada di Dusun Lestari, Desa Wonorejo, dimana keberadaan Taman Pendidikan Alqur’an(TPQ) meupakan ujung tombak bagi perkembangan kebudayaan serta perkembangan hazanah keilmuan (pendidikan) Islam di Dusun Wonorejo.

Kegiatan jami’iyyah yang berjalan dengan baik di antaranya adalah kegiatan Tahlilan dan Yasinan yang dilaksanakan setiap hari kamis malam bagi bapak-bapak, jami’iyyah Muslimat yang dilaksanakan pada hari minggu, Diba’an bagi remaja putri dan ibu-ibu yang dilaksanakan pada hari Sabtu ke masjid. Dan dalam hal ini, peserta KKN putra juga ikut serta dalam kegiatan yasinan dan tahlilan rutin yang terbagi dalam yasinan rutin Dusun dan yasinan rutin RT. Dan setiap satu bulan sekali diadakannya manaqiban dan istighosah. Sedangkan, peserta KKN putri juga ikut serta dalam kegiatan yasinan dan diba’an rutinan Dusun dan RT yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Selain itu, setiap satu bulan sekali juga diadakan khataman, manaqiban, istighosah dan muslimatan. Akan tetapi setelah kami melakukan observasi, baik melalui wawancara kepada masyarakat ataupun pihak pengelola Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) mereka tampaknya sepakat kalau keberadaan TPQ-TPQ tersebut memiliki permasalahan yang serius terkait dengan minimnya jumlah tenaga pengajar, rendahnya kualitas santri dan tenaga pengajar, serta masalah managemen dan tatakelola Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *